Rabu, 18 April 2012

Segala sesuatunya Bergilir, Maka Bersabarlah

Segala sesuatunya bergilir
Aku sedih dan terus mendalami kesedihan
Sampai ketika kusadari malam dan siang bergilir
Hmm...suatu saat kesedihan ini pun akan bergilir dengan kebahagiaan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa sempit dan terus mendalami kesempitan
Sampai kusadari musim hujan dan kering bergilir
Hmm...suatu saat kesempitan ini pun akan bergilir dengan kelapangan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa tersudut dan terus mendalami ketersudutan
Sampai kusadari semua roda berputar dan bergilir
Hmm...suatu saat ketersudutan ini pun akan bergilir dengan kebebasan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa jatuh dan terus mendalami rasa jatuh tersebut
Sampai kusadari mekarnya dan kuncupnya bunga bergilir
Hmm...suatu saat keterjatuhan ini akan bergilir dengan kebangkitan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa gagal dan terus mendalami kegagalan
Sampai kusadari seminya dan ranggasnya dedaunan
Hmm...suatu saat kegagalan ini akan bergilir dengan keberhasilan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa sepi dan terus mendalami kesepian
Sampai kusadari pasang dan surutnya air laut
Hmm...suatu saat kesepian ini aka bergilir dengan kebersamaan


Segala sesuatunya bergilir...
Aku merasa sesak dan terus mendalami kesesakan 
Sampai kusadari terang dan gelapnya purnama
Hmm...suatu saat kesesakan ini akan bergilir dengan kelegaan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa susah dan terus mendalami kesusahan
Sampai kusadari masa memanen dan menyemainya padi
Hmm...suatu saat kesusahan ini akan bergilir dengan kemudahan


Segala sesuatunya bergilir
Aku merasa gelisah dan terus mendalami kegelisahan ini
Sampai kusadari lahir dan berpulangnya insan
Hmm...suatu saat kegelisahan ini akan bergilir dengan ketenangan


Segala sesuatunya bergilir
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(QS. 3:190)


Segala sesuatunya bergilir




Bukankah Kami (Allah) telah melapangkan dada engkau?
Dan Kami (Allah) lepaskan beban yang berat daripada engkau? 


Yang memberatkan punggung engkau.
Dan Kami (Allah) telah tinggikan bagi engkau sebutan (nama) engkau.


Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.
Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.


Maka apabila kamu telah selesai (suatu urusan), teruskanlah (dengan urusan yang lain pula).
Dan hanya kepada Rab (Tuhan) engkau hendaknya engkau berharap.

Dan tentang nikmat Rab (Tuhan) engkau hendaklah engkau ceritakan.



Segala sesuatunya bergilir
Maka bersabarlah...




baca selengkapnya - Segala sesuatunya Bergilir, Maka Bersabarlah

Senin, 02 April 2012

Pengalaman Pertama Menjual Hasil Crochet (Aneka Bross, Tempat HP, Bando, dll) di Pameran Kebudayaan Indonesia di Riyadh

Assalaamu'alaykum...
Tes tes.... lama gak bikin postingan nih...hehe...
Akhirnya setelah beberapa bulan, tergerak juga jari jemari ini untuk menulis kembali (halaah). Cerita kali ini tentang pameran kebudayaan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh. Pesertanya umum, dari anak-anak sampai orang tua, dari mahasiswa sampai "expatriate" (bener gak sih begini nulisnya??? -istilah ini dipake untuk mereka yang bekerja diperusahaan asing di Riyadh- bukan mahasiswa,red.), dan dari beberapa negara asing juga datang.

Kegiatan yang dipamerkan berupa kesenian tradisional (nah, saya kurang memperhatikan, karena lagi sibuk jualan, ups...maksudnya belajar jadi penjual), stand-stand makanan tradisional (seperti mpek-mpek, baso tahu, rendang, mie baso, karedok, es campur, ayam bakar, dll. Saya mengincar sate padang, dan ternyata nihil...hiks...hiks..), dan hasil kerajinan tangan ibu-ibu (nah di stand ini, kami menampilkan tiga jenis kerajinan yang berbeda: crochet (merenda), beading (manik-manik), dan felt (flanel)). Pameran ini diselenggarakan pada hari Kamis, 29 Maret 2012, dari pukul 17.00-23.00 (tapi dikarenakan hujan, penjual kerajinan tangan yang notabene-nya punya anak, pada pulang pukul 22.00, hehe...).

Hmm...sayang sekali saya belum bisa mengabadikan foto-foto untuk kerajinan tangan ini, tapi saya coba posting beberapa hasil crochet yang kami buat dan kami jual pada pameran kali ini (crochet ini dibuat oleh saya dan dua tetangga saya yang bergabung dalam kelompok rumah 3, heheh...gaya banget ya??...padahal mah karena kita tinggal di satu syuqqoh (apartemen) yang sama yang terdiri dari 3 keluarga, jadi disebut rumah 3): 

Ini beberapa hasil crochet yang saya jual di pameran tersebut:

Bando bunga (7 SR)

Bando Mawar (7 SR)

Bando Tali Star Flower (5 SR)

Bando jaring-jaring (6 SR)

Ini total seluruh jenis bando yang dipamerkan. Karena saya juga harus belajar  dan mengurusi rumah (alasan.com), jadi ya  baru sedikit variasinya, hehe..

bross bunga 2 layer variasi warna (5 SR)

Bross bunga 1 layer variasi warna (4SR)

Bross bunga 3 layer variasi warna ( 5 SR)

Boss bunga sederhana 1 layer (3 SR, ini sebenarnya produk gagal, tp alhamdulillah laku, hehe..)

bross bunga 3 layer variasi warna dan jenis benang, ditambah hiasan putik dan permata besar (10 SR)

Bross bunga amigurumi plumeria (12-15 SR)

Ini dia aneka brosnya yang ikut pameran kemarin


Ini aneka handphone cases (tempat HP, 15 SR)

Ini amigurumi yang dijadikan boneka, gantungan HP, Gantungan tas, atau gantungan Kunci dari 5-15 SR)

so....how is it??

kesan: seru juga jd penjual yah...the first sentence, i asked the customers: indonesian, english, 'arabian? wkwkwk.... dan jawabannya bervariasi...sampai-sampai ke sundanese...iyyaaah...hehehe....


baca selengkapnya - Pengalaman Pertama Menjual Hasil Crochet (Aneka Bross, Tempat HP, Bando, dll) di Pameran Kebudayaan Indonesia di Riyadh

Rabu, 21 Desember 2011

Crochet with Many Kind of Flowers (part 1)

Waaah....senangnya, saya baru dapat ebook gratis tentang pola bermacam-macam bunga dari seorang kawan, alhamdulillaah....Yang uniknya, dalam ebook ini terdapat bunga-bunga yang tergolong unik dan menarik, dan bisa kita padu padankan dengan rajutan lain, seperti topi, dan bandana (ini baru yang saya coba, masih ingin coba "proyek" lain lagi, hehe...). Mau coba? Bunga yang saya buat di bawah ini tergolong mudah-menengah lho, heheh...maklumlah ini untuk pertama kali saya belajar merenda dengan melihat pola dari buku, biasanya dari video...jadi kita mulai dari yang sederhana dulu, ini dia..

Ini bunga  2 tingkat yang saya ambil dari Art Of Teresa (versi kecil),  dengan modifikasi sedikit pada variasi  topi.
Ini bunga 3 tingkat yang juga saya ambil dari Art of Teresa (versi besar), dengan topi yang sederhana
 Ini  dua topi yang saya buat for my little princess, heheh...ceritanya buat musim dingin, tapi lebih tepatnya saya katakan lebih besar porsi buat gaya, heheh...karena kalau keluar Rumaisha lebih betah pakai kerudung dari pada topi ini, yah lumayanlah buat di rumah...


Untuk cara membuat topi dan bunga diatas, keduanya saya ambil dari situs Mrs. Teresa, videonya bagus kalau menurut saya, dan topi ini tergolong mudah untuk dibuat.


Dan untuk bunga bertingkat, saya ambil juga dari situs yang sama, ini dia videonya:



Untuk jenis bunga tiga gambar di bawah ini, saya kasih polanya di postingan selanjutnya, ya heheh....(karena kita memulai dengan pola, jadi saya rasa kita pisahkan saja dari video, okeh?)

Ini penggunaan bunga lainnya: lazy daisy (atas), bunga 2 tingkat (bawah). Dalam acara mau ke  rumah tetangga yang  baru lahiran nih...

Ini penggunaan bunga pada bando: narcissus flower

Lazy Daisy: very easy flower, really!! but it's cute, right??
Sampai ketemu di postingan selanjutnya, mari mencoba denan aneka bunga, kalau gak sabar, please cek situs di samping bolg saya, dan Anda bisa menemukan pola serupa di ebook (Folanela Free Craft Ebook) tersebut (karena saya yang ngopi, hehe..)

Semangat berkreasi teman!! Semoga bisa jadi inspirasi ya...
baca selengkapnya - Crochet with Many Kind of Flowers (part 1)

Kolak Candil Ubi

Hmm.....Riyadh sekarang lagi masuk musim dingin, suhunya bisa mencapai 2 derajat celsius, dingin banget khan?? Dan sudah menjadi rahasia umum, kalau musim dingin itu bikin perut lapar dan rasanya ingin terus makan dan bergemul dengan selimut yang hangat di kamar, iya tak?? hehehe...


Karena sedang musim dingin, maka saya mencoba membuat kolak candil. Enak kan kayaknya, hangat hangat gitu, terus kenyal, apalagi dengan pisang, hmm haruum... Nama yang benar dari makanan ini saya juga kurang tahu pasti, ada yang menyebut canil, cenil, candil, bahkan kalau di daerah Kalimantan namanya Intalu Karuang (kata tetangga ini juga yang dari Kalimantan).


Entah ada beberapa versi dalam membuat candil, tapi kali ini saya coba versi "coba-coba" saya dengan ubi. Walaupun menurut saya, untuk membuat candil ini bisa disesuaikan dengan selera masing-masing orang, mau kenyal atau agak padat, mau besar atau kecil. Ini resep yg saya coba:


Kolak Candil-Pisang



Bahan:
1. Ubi (saya pakai 2 bh, dikukus lalu dihaluskan)
2. Tepung ketan 
3. garam
4. gula merah
5. gula pasir
6. pisang tanduk (tambahan: sesuai selera)
7. daun pandan (kl ada, karena di Riyadh tidak ada, jadi saya tidak pakai, hiks...padahal tambah enak kayaknya)
8. Santan

Cara Membuat:
1. Siapkan panci berisi air (agak banyak), tunggu sampai mendidih.
2. Uleni ubi yang sudah dihaluskan dengan tepung ketan, hingga bisa dibentuk bulat-bulat.
3. Masukkan bulatan-bulatan candil kedalam air yang sudah mendidih. Tunggu sampai terapung. Jika terapung, artinya sudah masak.
4. Siapkan panci yang kedua. Isi air, dan tunggu hingga mendidih.
5. Masukkan gula merah, santan, daun pandan, pisang tanduk, gula, dan garam, lalu cicipi sampai rasanya pas.
6. Masukkan bulatan candil yang sudah disaring/ditiriskan dari panci pertama ke panci kedua.
7. Rebus beberapa menit, sampai pisang agak lunak, dan kuah candil mengental.
8. Sajikan hangat.

note:
kalau mau disimpan beberapa hari: sebaiknya gula merah dan santan disajikan terpisah setelah dimasak dan dicairkan.


  
baca selengkapnya - Kolak Candil Ubi

Rabu, 26 Oktober 2011

Aneka Crochet dengan Dominasi Half Double Crochet

Hmm....ini saya coba kumpulkan hasil "coba-coba" dengan crochet/merenda. Hasil-hasil ini tergolong simpel, karena saya menggunakan dominasi half double crochet, hanya ditambahkan dengan hiasan-hiasan lain yang juga tergolong mudah untuk dilakukan. Mau coba? Semoga menginspirasi...



Untuk hasil di atas, saya membuat sarung bantal untuk sandaran tangan di mobil. Dasarnya murni 100% half double crochet. Saya ambil warna putih agar bisa mudah dikombinasi dengan warna lain. 
a. Untuk cara membuat bunganya bisa lihat di sini
b. Untuk cara membuat daunnya, silahkan lihat video di bawah ini (kalau saya tidak mengikutkan bagian pinggirnya, sehingga jadi seperti di atas, tanpa gerigi): 
  
                                                                          



Ini kotak tissue, seperti biasa, untuk dasar saya menggunakan 100% half double crochet, lalu saya hias dengan marigold flower, benang rajut warna emas, dan hiasan bunga kecil (beli di toko). Untuk cara membuat marigold flower bisa lihat petunjuk di bawah ini:




Di atas, tempat menyimpan bros. Tapi kalau saya, saya jadikan sebagai bungkus hadiah berupa bos, atau pernak-pernik. 100% half double crochet, namun di ujung atasnya sedikit kita beri spasi untuk memasukkan pita.

                                       


Bando karet. Dasarnya half double crochet, namun pinggirnya dihiasi dengan single crochet dengan warna yang berbeda. Di bagian belakang diberi karet.




Dompet, tempat HP, bungkus hadiah. Dasarnya 100% half double crochet. Disini hanya memainkan paduan warna dan hiasan-hiasan sederhana untuk mempercantik ditambak sedikit variasi dari double crochet pada bagian muka dompet.

Semoga menginspirasi.....tetap berkreasi!
baca selengkapnya - Aneka Crochet dengan Dominasi Half Double Crochet

Sabtu, 22 Oktober 2011

First Hand Painting Of My Daughter

First Hand Painting of My Daughter, although i think it's only a half way, heheh...keburu lihat air di taman, dan meninggalkan kegiatan paintingnya dengan cepat, hehe..(Ini hanya ada warna hijau, karena dirumah baru punya warna hijau, mungkin bisa dicoba warna lain untuk kesempatan yang lain.)
Tujuh belas bulan 3 minggu, umur Rumaisha saat ini. Saya agak bingung juga mencari kurikulum pendidikan untuk usia anak dini. Alhamdulillah setelah mencari-cari dari berbagai sumber, terutama dari situs "baby centre", saya menemukan metode-metode yang cukup unik dan mudah dilakukan untuk anak di bawah usia 2 tahun. Salah satunya adalah hand painting

Kalau di situs resminya disebut "paw painting", tapi karena saya pikir, untuk pertama kali, sebaiknya anak diberi kebebasan dalam melakukan apa yang menurutnya menarik jadi tidak perlu kita paksa anak untuk membuka tangannya, lalu mencetak sesuai bentuk tangan seperti yang disebutkan di sana. Apalagi anak saya agak tidak suka jika dipaksa melakukan sesuatu, dia akan marah dan melempar apa-apa yang ada didepannya, hehe...jadi saya biarkan saja dulu untuk sementara.

Untuk masalah alat: saya menggunakan pewarna makanan, kertas HVS, tikar, mangkok yang cukup bagi tangan anak untuk masuk dan keluar dengan mudah. Sedangkan untuk masalah tempat: saya lebih memilih di "outdoor". Pertimbangannya simpel, hehe...anak bisa merasakan udara bebas, mengenal apa-apa yang ada disekelilingnya (apalagi di Riyadh, kesempatan bagi kami untuk keluar ke taman hanya ada pada waktu libur), dan ibu tidak perlu terlalu khawatir akan "warna-warni" yang akan menghiasi lantai rumahnya, hehe..

Tujuan kegiatan ini: mengenalkan anak pada warna, melatih kreativitas anak.
Metodenya: Tuangkan pewarna makanan kedalam mangkok secukupnya. Siapkan kertas HVS Lapis 2. Alas dengan tikar/koran/plastik. Dudukkan anak dihadapan kertas, dan kita contohkan untuk mengambil warna dengan jari dan melukisnya diatas kertas. Rata-rata anak seumur ini senang coret-coret dan meniru, hehe...jadi mari kita fasilitasi dengan benar.

Ini merupakan kesempatan pertama bagi saya dalam mendidik anak, sehingga masih sangat butuh pengalaman dari ibu-ibu yang lain. Jika ada teman-teman yang punya ide brilian tentang pendidikan anak, tolong di share ya.. Jazaakumullaahukhoyr, semoga bermanfaat.
baca selengkapnya - First Hand Painting Of My Daughter

Mpek-Mpek Ikan Teri

Yup, gak salah baca koq...kali ini saya mencoba membuat mpek-mpek dari ikan teri dengan sedikit modifikasi dari berbagai "guru"yang bersedia share hasil racikannya ke saya.
Mpek-mpek ikan teri ini, berasal dari ide tetangga saya sewaktu saya masih di Bandung. Rasanya enak walaupun memang tidak bisa dibandingkan dengan mpek-mpek ikan tenggiri...hahah...tetep lah...ada barang ada harga...hehe...but i think it's also delicious en it's cheaper, hehe... Yah...gak di Indonesia saja ternyata dimana harga ikan tenggiri itu mahal, di Saudi juga bisa dibilang relatif mahal (ikan yang muda: sekitar 28 SR/kg, sedangkan ikan yang "tua" (i mean, it's very good, if you want to make mpek-mpek with this kind of fish meat) sekitar 42 SR/kg). Heehehe...jadi bisa kita ganti dengan ikan teri dan dapat tambahan kalsium ekstra tentunya kaan...?!


Saya coba dengan resep ini:

Mpek-mpek Ikan Teri sebelum di goreng (dilumuri sedikit dengan tepung kanji)

Bahan:
1. Ikan teri  4 sdk makan (karena ini percobaan, jadi saya bikin sedikit dulu)
2. Bawang putih 3 siung
3. Tepung terigu 2 sdk makan
4. Butter/ margarine 2 sdk makan
5. Telur 1 bh
6. Tepung kanji (secukupnya, saya tidak menghitung berapa ukurannya, yang penting sampai tidak lengket dan bisa dibentuk)

Cara Membuat:
1. Blender bawang putih dengan air 1/3 gelas sampai halus. Lalu masukkan ikan teri, dan blender sampai halus. Sisihkan.
2. Cairkan butter/margarine, lalu masukkan tepung terigu, kemudian masukkan adonan ikan teri tadi, lalu masak diatas api kecil, hingga mengental, dan tidak lengket di panci. (adonannya harus benar-benar kental dan bisa diangkat pakai sendok tanpa meninggalkan sisa di panci).
3. Daimkan adonan no.2 tersebut sampai dingin. (Kalau saya, saya masukkan ke dalam lemari es, sampai agak dingin)
4. Aduk adonan tersebut dengan telur, hingga kental, dan adonan tidak lengket ditangan. (Awal mengaduk pasti akan lengekt di tangan, namun terus diaduk hingga adonan tidak terlalu lengket.)
5. Masukkan tepung kanji, sedikit demi sedikit, lalu aduk perlahan menggunakan ujung-ujung jari saja, tidak perlu seperti mengulen roti (menggunakan telapak tangan) sampai tidak lengket ditangan.
6. Lalu bentuk sesuai selera. (Kalau saya lebih suka bentuk lenjer, jadi semuanya saya benuk lenjer, hehehe...)
7. Masukkan ke dalam air rebusan yang sudah mendidih dan diberi sedikit minyak. Rebus hingga mpek-mpek mengapung. Setelah mengapung bisa dikukus sebentar, untuk memastikan bahwa bagian dalamnya matang. Kalau nggak dikukus juga gak apa-apa.
8. Tiriskan mpek-mpek yang sudah mengapung, taburi tepung kanji sebelum di simpan.
9. Kalau mau disajikan, bisa digoreng dulu, atau dikukus lagi. Sajikan dengan kuah cuko.

Note:
1. Jangan tambah air selain untuk memblender ikan teri itu aja yah...
2. Kalau ikan terinya tidak asin, bisa ditambah garam, tapi kalau asin, tidak perlu ditambah, insyaALLAH udah cukup koq.

Setelah digoreng, warna putihnya sisa-sisa dari tepung kanji

Setelah dipotong-potong dan diberi kuah (memanfaatkan cuko yang masih ada di kulkas, hehe..)



Thanks to:
1. Tetangga saya, Ibu Tuti atas ide mpek-mpek terinya.
2. Teman kantor mertua saya, atas proses mpek-mpek yang menguleni bahan dasar dengan kuat, namun setelah dicampur terigu tidak boleh diuleni seperti mengulen roti.
3. Tetangga saya di Saudi, Teh Ima, atas tipsnya menggunakan tepung terigu dan butter.

baca selengkapnya - Mpek-Mpek Ikan Teri